Demi Fajar

Share
Demi Fajar

Saudaraku! Ada apa sebenarnya di balik waktu Subuh? Mengapa Allah SWT sampai bersumpah demi waktu Subuh? Dan mengapa pula kita harus berlindung kepada yang menguasai waktu Subuh? 

Apakah waktu Subuh itu sangat berbahaya? Ya...!, ternyata waktu Subuh itu memang benar-benar sangat berbahaya! Waktu Subuh itu lebih kejam dari pada sekawanan perampok bersenjata api. 

Waktu Subuh bisa lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan. Waktu Subuh bahkan lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin! Sehingga Allah SWT sampai bersumpah demi waktu subuh dalam Al Quran surat Al Fajr: 

“Demi fajar (waktu Subuh)”. 

Kemudian di dalam surat Al Falaq Allah SWT mengingatkan: 

“Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh”.

Saudaraku! 

Jika ada sekawanan perampok pada malam hari yang akan menyatroni rumah kita, dan mengambil paksa semua harta benda dan barang yang kita miliki. Berupa emas dan semua perhiasan dirampas. Uang di Brankas puluhan juta rupiah bahkan uang dollar dirampas. Laptop yang berisi data-data penting dirampas. Mobil kesayangan kita yang belum lunas cicilannya juga dirampas.

Nah..!, bisa dibayangkan bagaimana pedihnya hati kita menerima kenyataan itu? Tapi ketahuilah saudaraku! sebenarnya waktu Subuh lebih kejam daripada perampok itu. 

Sebab jika kita "tergilas waktu Subuh", sehingga melalaikan shalat Fajar, maka kita akan menderita kerugian yang jauh lebih besar dari sekadar hanya kehilangan laptop dan mobil kesayangan kita. 

Kita bahkan akan kehilangan dunia dan segala isinya. Ingat!,“Dua rakaat shalat Fajar, jauh lebih baik daripada dunia dan segala isinya,” (HR Muslim). Waktu Subuh juga bisa lebih menyengsarakan dari sekadar kemiskinan di dunia. 

Sebab bagi orang-orang yang ‘tergilas waktu Subuh’, sehingga sampai berani mengabaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka pada hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 (0,7%) saja dari pahala shalatnya. Rosululloh SAW bersabda: 

“… dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan sholat semalam suntuk” (HR Muslim). 

Saudaraku!, 

Shalat semalam suntuk adalah shalat yang dikerjakan mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar. Fantastis! Shalat selama sepuluh jam, atau kurang lebih, sama dengan 150 kali shalat! Jadi, betapa agungnya fadilah shalat Subuh berjamaah ini, khususnya bagi Kaum Adam. 

Dan betapa malangnya orang yang ‘tergilas waktu Subuh’, orang-orang yang mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid. Waktu Subuh juga lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin. 

Mengapa demikian? Karena Rasulullah telah bersabda, bahwa orang yang tidak mampu melaksanakan shalat Subuh berjamaah, kedudukannya setara dengan orang munafik.

“Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak” (HR. Bukhari Muslim). 

Saudaraku!, 

Orang yang ‘tergilas waktu Subuh’ sehingga tak mampu mendatangi masjid untuk shalat berjamaah, sesungguhnya adalah orang yang dalam keadaan terancam bahaya, karena dirinya disetarakan dengan orang munafik. Sebab, ancaman bagi orang munafik adalah Neraka Jahanam.

“Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam”. (Qs. An Nisaa [4]:140). 

Bukankah Jahanam lebih berbahaya dari sekadar kobaran api yang disiram bensin? Nah, agar kita tidak merasakan ‘gilasan waktu Subuh’ yang lebih kejam dari perampokan, agar kita tidak terkena ‘gilasan waktu Subuh’ yang lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan, dan agar kita tidak terkapar ‘gilasan waktu Subuh’ yang lebih berbahaya dari kobaran api, maka:

“Katakanlah! Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu Subuh” (Qs. Al Falaq [113]:1).

Yaitu dengan memanfaatkan waktu Subuh sebaik-baiknya. Lakukan shalat sunnah (shalat fajar) dan shalat berjamaah di masjid terutama bagi laki-laki. 

Saudaraku! 

Tapi ada satu pertanyaan yang tersisa, yaitu mengapa waktu Subuh bisa menggilas kita? Sebab, kalau kita mau memperhatikan, sesungguhnya waktu Subuh adalah waktu yang paling berat buat kita yang ingin beribadah. 

Mengapa demikian? Karena waktu Subuh adalah saat yang paling tenang, sehingga sangat pas buat menenggelamkan diri dalam tidur nyenyak dan bermimpi indah. Ditambah lagi, umumnya, suhu udara waktu Subuh lebih dingin dibanding waktu lainnya – sehingga membuat yang sedang tidur jadi makin merapatkan selimutnya. 

Tapi yang paling berbahaya ialah, kalau kita sampai kena kepung pasukan iblis – yang akan mengencingi telinga kita, agar tak bisa mendengar panggilan “Shalat itu lebih baik daripada tidur!” dari speaker masjid, dan meniup-niup mata kita – sehingga mata kita serasa di lem atau kelopaknya bagaikan dibanduli dengan beban jutaan ton, sehingga “susaaaahhhh betul buat dibuka”. 

Nah!, suasana waktu Subuh dan hasil daya upaya pasukan iblis itulah yang akan “menggilas” niat kita, tekad kita, buat bangun dan mendirikan sholat. Sehingga kita terus terkapar tanpa daya di atas buaian tidur lelap dan mimpi yang indah, dan melalaikan shalat fajar serta shalat Subuh berjamaah di masjid. 

Jadi, jangan anggap remeh kekuatan waktu Subuh dalam mematahkan atau menggilas iman kita, sehingga iman kita tidak bisa bertumbuh dengan subur oleh siraman fadilah shalat fajar dan shalat berjamaah. Wallahu A’lam.

0 komentar:

Post a Comment